Senin, 29 Juni 2020

Manfaat sayur sawi untuk kesehatan

Assalamualaikum Wr Wb
selamat datang di blog khairunnisa
kali ini saya akan menjelaskan dan memberikan informasi mengenai manfaat sawi dan kandungan apa saja yang dimiliki sawi, semoga bermanfaat.
selamat membaca
PENDAHULUAN
Tanaman sawi (Brassica rapa var.) merupakan salah satu tanaman sayur yang sangat mudah dikembangkan baik pada daerah dingin maupun panas, yaitu pada ketinggian 500–1200m diatas pemukaan laut. Tanaman tersebut dapat ditanam setiap tahun, karena tergolong dalam tanaman yang toleran terhadap suhu tinggi dan akan lebih baik lagi jika di tanam dalam keadaan tanah yang gembur, kaya dengan bahan organik, dan drainase yang baik dengan drajat keasaman (pH) 6-7.
Di Indonesia banyak sekali lahan yang potensial untuk ditanami sayuran, akan tetapi ada pula daerah yang tidak bisa ditanami sayur-sayuran contohnya daerah yang suhu udaranya terlalu panas dan kering. Sayuran merupakan salah satu makanan yang wajib untuk dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia, karena sayuran banyak sekali mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia salah satunya adalah sayuran sawi. Sawi merupakan sayuran yang bermanfaat bagi tubuh manusia karena kandungan gizinya. Menurut Badan Pusat Stastistik (BPS) Indonesia, Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling banyak memberikan konstribusi dalam produksi sawi di Indonesia dibandingkan dengan pulau lainnya. Dari total produksi sawi di Indonesia, rata-rata konstribusi Pulau Jawa adalah sebesar 55,86 % dari total produksi. Hal ini 2 mengakibatkan pendistribusian ke daerah-daerah pulau luar Pulau Jawa akan memakan waktu cukup lama, sedangkan sayuran sawi bersifat mudah rusak dan cepat busuk, untuk menghindari kerusakan dan kebusukan maka inovasi-inovasi muncul, salah satunya adalah dengan proses pengeringan sayuran. Pengeringan adalah salah satu aspek penting dalam pengolahan makanan dan merupakan teknik umum dalam pengawetan makanan untuk menghasilkan bentuk baru produk (Mechlouch et al., 2012 dan Sachin et al., 2010).
Sawi bila ditinjau dari aspek ekonomis dan bisnisnya layak untuk dikembangkan atau diusahakan untuk memenuhi permintaan konsumen serta adanya peluang pasar. Kelayakan pengembangan budidaya sawi antara lain ditunjukkan oleh adanya keunggulan komparatif kondisi wilayah tropis Indonesia yang sangat cocok untuk komoditas tersebut, disamping itu, umur panen sawi relatif pendek yakni 40-50 hari setelah tanam dan hasilnya memberikan keuntungan yang memadai (Rahman dkk, 2012). Selain itu, aspek teknis, ekonomi dan sosial juga sangat mendukung pengusahaan sayur di negeri kita. Ditinjau aspek teknis, budidaya sawi tidak terlalu sulit. Sawi hijau, sering kita temui dalam menu makan sehari-hariBiasanya sawi diolah menjadi tumisan sayur atau pelengkap makan bakso. Sayuran sehat ini tentu punya banyakmanfaat. Sawi hijau mengandung banyak antioksidan dan memiliki banyak vitamin. Menurut pakar, sawi seperti juga sayur hijau lainnya berfungsi sebagai pencegah kanker. Bagi perempuan sawi punya banyak manfaat di masa menopouse, karena bisa melindungi kaum hawa dari penyakit jantung dan kanker payudara. Kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium juga dapat mendukung kesehatan tulang. Bagi Anda yang tak suka makan sayur, tak perlu khawatir kehilangan semua manfaat sehat ini. Karena ternyata, sawi tak hanya bisa dimakan sebagai sayur, namun juga diramu menjadi minuman sehat yang menyegarkan.


PEMBAHASAN
Sawi merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Kelebihan lainnya sawi mampu tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Sawi mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis krop, kubis bunga, dan brokoli. Sawi diduga berasal dari Tiongkok (Cina), tanaman ini telah dibudidayakan sejak 2500 tahun lalu, kemudian menyebar luas ke Filipina dan Taiwan (Rukmana, 2002).
Sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia. Walaupun sawi bukan merupakan tanaman asli Indonesia namun pengembangan komoditas tanaman berpola agribisnis dan agroindustri ini dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam sektor pertanian di Indonesia. Namun hingga saat ini produksi sawi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini diakibatkan karena rata-rata produksi sawi Nasional sangat rendah. Potensi hasil sawi dapat mencapai 40 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil sawi di Indonesia 9 ton/ha. Maka dari itu perlu dilakukan inovasi sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan pangan sayuran di Indonesia, salah satunya adalah dengan cara pengeringan mekanis Tipe Rak. Sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dari tahun ke tahun permintaan sawi hijau semakin meningkat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan komoditas sayuran, terutama sawi hijau, maka diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dan pendapatan petani sayuran. Sayur dibutuhkan manusia untuk beberapa macam manfaat. Kandungan aneka vitamin, karbohidrat, dan mineral pada sayur tidak dapat disubtitusi dengan 6 makanan pokok (Nazaruddin,1993). Kandungan kalsium disetiap 100gr sawi hijau adalah 115mg dan kandungan besi disetiap 100gr sawi hijau adalah 1,64mg. Sayuran merupakan bahan makanan yang mudah rusak. Hal ini disebabkan oleh kandungan air yang tinggi yaitu berkisar antara 85-95%, sehingga sangat baik untuk tumbuh mikroorganisme dan percepatan reaksi metabolisme.
Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen. Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
Biasanya sawi diolah menjadi tumisan sayur atau pelengkap makan bakso. Sayuran sehat ini tentu punya banyakmanfaat. Sawi hijau mengandung banyak antioksidan dan memiliki banyak vitamin. Menurut pakar, sawi seperti juga sayur hijau lainnya berfungsi sebagai pencegah kanker. Bagi perempuan sawi punya banyak manfaat di masa menopouse, karena bisa melindungi kaum hawa dari penyakit jantung dan kanker payudara. Kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium juga dapat mendukung kesehatan tulang. Bagi Anda yang tak suka makan sayur, tak perlu khawatir kehilangan semua manfaat sehat ini. Karena ternyata, sawi tak hanya bisa dimakan sebagai sayur, namun juga diramu menjadi minuman sehat yang menyegarkan. Sayuran sawi banyak disukai karena rasanya yang enak dan banyak mengandung: protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A,Vitamin B, dan Vitamin C. Selain itu tanaman tersebut juga dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, sebagai obat sakit kepala dan dapat berfungsi sebagai pembersih darah (Haryanto, 2001).
Selain dimanfaatkan untuk bahan pangan atau diolah, sawi juga mempunyai manfaat yang berguna untuk kesehatan tubuh kita, yaitu:
a)      Sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk.
b)      Penyembuh penyakit kepala.
c)      Bahan pembersih darah.
d)     Memperbaiki fungsi ginjal, serta
e)      Memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
 Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah:
a)      Protein
b)      lemak,
c)      Karbohidrat
d)     Vitamin A,
e)      Vitamin B,
f)       Vitamin C.
g)      Ca, P,dan  Fe,



                                                                    PENUTUP
Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan, baik segar maupun diolah. Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma.
Sawi  dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 100 meter samapi 500 meter dpl. Sawi dapat ditanam disepanjang tahun. Kandungan sawi: Protein, lemak,, Karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Manfaat  sawi: menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.













DAFTAR PUSTAKA
Haryanto2001. Pakcoy dan selada. Penebar sawadaya. Jakarta. 
Mechlouch, R.F., W. Elfalleh., M. Ziadi., H. Hannachi., M. Chwikhi., A.B. Aoun., I. Elakesh, dan F. Cheour. 2012. Effect of drying methods on the physico-chemical properties of tomato variety rio grande. Int. J. F. Eng.8:Iss.2,Art.4. DOI: 10.1515/1556-3758.2678
Nazaruddin1993. Komoditi Ekspor Pertanian. Jakarta. Penebar Swadaya. 126 hlm. 
Rahman, E., Maria, L. dan Yomi T. 2012. Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif. Makalah Dasar-Dasar Agronomi. Program Studi Agribisnis. Universitas Jambi. Jambi.
Rukmana2002. Bertanam Petsai dan Sawi. Kanisius, Yogyakarta.
Sachin, V., Jangam, C.L. Low, dan A.S. Mujumdar. 2010. Drying of food, vegetables, and fuits. Volume 1. ISBN:978-981-08-6759-1.


Jumat, 10 April 2020

Daftar pustaka harvard style


Assalamualaikum Wr. Wb
Aloha teman-teman selamat datang di blog aku. Disini aku akan menjelaskan cara pembuatan daftar pustaka gaya Harvard atau harvad style.
Beberapa aturan dasar penulisan daftar pustaka dengan Harvard-APA Style yaitu:
      Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
      Daftar pustaka tidak dibagi-bagi menjadi bagian-bagian berdasarkan jenis pustaka, misalnya buku, jurnal, internet dan sebagainya.
      Ditulis satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor berdasarkan nama akhir pengarang atau organisasi yang bertanggung jawab. Jika suatu referensi tidak memiliki nama pengarang maka judul referensi digunakan untuk mengurutkan referensi tersebut diantara referensi lain yang tetap diurutkan berdasarkan nama belakang pengarang.
      Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk.
      Apabila ada beberapa karya yang ditulis oleh pengarang yang sama, urutkan berdasarkan tanggal terbitnya (dimulai dari yang paling lama ke yang paling baru).
      Jika seorang pengarang mengeluarkan beberapa karya dalam tahun publikasi yang sama, maka diurutkan berdasarkan huruf kecil yang menyertai tanggal publikasi (contoh: 1988a, 1988b, 1988c, dst.).
      Tanggal publikasi dituliskan setelah nama(-nama) pengarang.
      Judul referensi dituliskan secara italic, jika daftar pustaka ditulis tangan maka judul digarisbawahi.
      Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/ pustaka yang menjadi referensi.
Berikut video tutorial pembuatan daftar pustaka harvad style :


Nah mungkin ini saja yang dapat aku jelaskan pada blog kali ini kurang lebihnya mohon dimaafkan. Terimakasih banyak
See you!!




Jumat, 20 Maret 2020

Healthy Candy's "Permen sehat dari sawi hijau"


PERMEN SEHAT DARI SAWI HIJAU

Assalamualaikum Wr. Wb
Aloha guysss..
Selamat datang di blog aku, disini aku akan menjelaskan tentang pemanfaatan sayur sawi untuk dibuat permen enak juga sehat.
            Sebelumnya, kalian pasti tau kan sayur sawi. Sawi (Brassica juncea. L) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari dan menjadi andalan masyarakat dalam menu kesehariannya. Selain harganya yang terjangkau, sawi juga mengandung nilai gizi yang dibutuhkan tubuh (cahyono, 2003). Sawi juga mengandung serat, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, vit A, vit B dan vit C (Depkes RI) Selain itu sawi juga dipercaya menhilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan (Nurshanti,2010).

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.diadona.id%2Fhealth%2F24-manfaat-sawi-hijau-dan-putih-untuk-kesehatan-200218x.html&psig=AOvVaw1JvuOanIocm3YyJ5igixi3&ust=1584844646526000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCOCdsM7EqugCFQAAAAAdAAAAABAE
            Sayur sawi memili daun dan batang berwarna hijau dan berbentuk bulat melonjong. Daun memiliki tulang-tulang yang menyirip dan bercabang, biji sawi berbentuk bulat dengan permukaan licin dan mengkilap, berukuran kecil, keras, dan berwarna cokelat kehitaman.
Klasifikasi sawi hijau
Kingdom         : Plantae
Divisio            : Spermatophyta
Class               : Dicotyledonae
Ordo                : Rhoeadales
Famili             : cruciferae
Genus              : Brassica
Spesies            : Brasicca juncea L.
            Tetapi secara logis sawi merupakan sayuran yang mudah mengalami kerusakan. Apabila panen sawi melimpah dan tidak semuanya bisa terserap oleh pasar, petani mengalami kerugian karena sawi mudah layu dan busuk dalam jangka waktu beberapa hari saja. Hal ini disebabkan sawi merupakan sayuran yang mengandung kadar air yang tinggi sekitar 85-95%.
            Selama ini sawi dikonsumsi dalam bentuk segar, sehingga perlu adanya versifikasi menjadi bentuk lain seperti permen jelly. Permen jelly sudah dikenal luas dan sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat (Lubangaol, 2016), sehingga melalui permen jelly diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sawi yang nantinya meningkatkan penghasilan petani. Permen jelly sawi mempunyai kelebihan dibandingkan dengan permen yang lain karena mengandung serat sehingga dijadikan sebagai salah satu alternatif solusi masyarakat yang tidak menyukai sayuran. Selain itu penambahan sawi ini dapat dijadikan pewarna alami pada permen karena begitu maraknya penggunaan pewarna sintetis yang berbahaya bagi kesehatan (Anzar, 2016).
            Teknologi pembuatan permen jelly sawi diawali dengan membuat pasta sawi terlebih dahulu, berdasarkan metode Suwardi (2011) yang dimodifikasi. Pembuatan pasta sawi yang tidak busuk dan cacat (diambil bagian daunnya saja) kemudian pemblasingan daun sawi selama 2 menit untuk menginaktifkan enzim-enzim oksidatif yang dapat mengakibatkan perubahan warna, bau dan citarasa (Ayu dan yuwono 2014). Daun sawi lalu dihancurkan menggunakan blender dengan penambahan air matang sebanyak 3 kali dari berat daun sawi. Tahap selanjutnya yaitu penyaringan menggunakan kain saring sehingga diperoleh pasta daun sawi yang siap di proses menjadi permen jelly..
            Pembuatan permen jelly sawi berdasarkan atas metode (Nurismanto, 2015) yang dimodifikasi. Terlebih dahulu dilakukan pencampuran pasta sawi (400 ml), gula dan keragian sampai homogen. Adonan ini kemudian dimasak hingga mencapai suhu 65℃ lalu asam sitrat dimasukkan. Hal ini dilakukan karena asam sitrat berfungsi untuk mempertahankan rasa asam yang mungkin berkurang ketika proses pemasakan dan pembentukan gel(winarno, 2007). Tahapan selanjutnya pemasakan diserta pengadukan sampai suhu 75℃ menggunakan api kecil.
            Berikutnya adalah pencetakan yaitu penuangan adonan pada loyang ukuran 25 x 10 cm yang telah dilapisi dengan plastik. Adonan ini ditunggu sampai memadat, setelah memadat permen jelly dipotong berbentuk kotak , selanjutnya dikeringkan menggunakan sinar matahari  selama 18 jam.
            Tujuan dari pembuatan permen jelly dai sayur sawi adalah untuk menambah nilai sawi agar tidak terbuang sia-sia dan merugikan para petani, juga sebagai pengganti makanan untuk masyarakat yang tidak suka sayur. Jadi, marilah kita hidup sehat dengan makan sayur, jika kalian kurang menyukai sayur maka kita harus pintar mengolah bahan tersebut menjadi sesuatu yang lebih menarik.
Nah itu tadi guys cara pembuatan permen jelly dai saur sawi yang sehat juga bermanfaat, sekian terima kasih. Assalamualaikum Wr. Wb


DAFTAR PUSTAKA
Anzar, L. 2016. Analisis Kandungan Zat Pewarna Sintesis Rodamin B Pada Sambal Botol Yang       Diperdagangkan Dipasar Modern Kota Kendari. Skripsi. Fakultas Teknologi Dan Industri Pertanian. Universitas Halu Oleu. Kendari.
Ayu, D, C., dan S. S. Yuwono. 2014. Pengaruh Suhu Blansing Dan Lama Prendaman Terhadap Sifat Fisika Kimia Tepung Kimpul. Jurnal Pangan Dan Agroindustri. Vol 2.
Cahyono, B. 2013. Teknik Dan Strategi Budidaya Sawi Hijau. Yogyakarta : Gava media
Khamidah, Aniswatul,. Novitasari. 2017. Pemanfaatan Sawi Dalam Pembuatan Permen Jelly Untuk Meningkatkan Nilai Tambah. Universitas Jember : Jember
Lumbangaol, M. A., R. J. Nainggolan dan E. Yusraini. 2016. Pengaruh Perbandingan Sari Nanas Dan Sari Daun Katuk Dan Konsentrasi Keragenan Terhadap Mutu Permen Jelly. Jurnal Rekayasa Pangan Dan Pertanian. Ilmu Teknologi Pangan, Vol 4.
Nurismanto, R., Sudaryati., dan A. H. Ihsan. 2015. Konsentrasi Gelatin Dan Keragenan Pada Pembuatan Permen Jelly Sari Brokoli. Jurnal Rekap Pangan Vol 9.
Nurshanti, D. 2010. Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Dengan Tiga Varietas Berbeda. Agronobis Vol. 4 Nomor 4. September ISSN
Winarno, F.G. 2007. Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta :Gramedia Pustaka Utama.