selamat datang di blog khairunnisa
kali ini saya akan menjelaskan dan memberikan informasi mengenai manfaat sawi dan kandungan apa saja yang dimiliki sawi, semoga bermanfaat.
selamat membaca
PENDAHULUAN
Tanaman
sawi (Brassica rapa var.) merupakan salah satu tanaman sayur yang sangat mudah
dikembangkan baik pada daerah dingin maupun panas, yaitu pada ketinggian
500–1200m diatas pemukaan laut. Tanaman tersebut dapat ditanam setiap tahun,
karena tergolong dalam tanaman yang toleran terhadap suhu tinggi dan akan lebih
baik lagi jika di tanam dalam keadaan tanah yang gembur, kaya dengan bahan
organik, dan drainase yang baik dengan drajat keasaman (pH) 6-7.
Di
Indonesia banyak sekali lahan yang potensial untuk ditanami sayuran, akan
tetapi ada pula daerah yang tidak bisa ditanami sayur-sayuran contohnya daerah
yang suhu udaranya terlalu panas dan kering. Sayuran merupakan salah satu
makanan yang wajib untuk dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari balita
hingga lansia, karena sayuran banyak sekali mengandung vitamin yang dibutuhkan
oleh tubuh manusia salah satunya adalah sayuran sawi. Sawi merupakan sayuran
yang bermanfaat bagi tubuh manusia karena kandungan gizinya. Menurut Badan
Pusat Stastistik (BPS) Indonesia, Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling
banyak memberikan konstribusi dalam produksi sawi di Indonesia dibandingkan
dengan pulau lainnya. Dari total produksi sawi di Indonesia, rata-rata
konstribusi Pulau Jawa adalah sebesar 55,86 % dari total produksi. Hal ini 2
mengakibatkan pendistribusian ke daerah-daerah pulau luar Pulau Jawa akan
memakan waktu cukup lama, sedangkan sayuran sawi bersifat mudah rusak dan cepat
busuk, untuk menghindari kerusakan dan kebusukan maka inovasi-inovasi muncul,
salah satunya adalah dengan proses pengeringan sayuran. Pengeringan adalah
salah satu aspek penting dalam pengolahan makanan dan merupakan teknik umum
dalam pengawetan makanan untuk menghasilkan bentuk baru produk (Mechlouch et
al., 2012 dan Sachin et al., 2010).
Sawi
bila ditinjau dari aspek ekonomis dan bisnisnya layak untuk dikembangkan atau
diusahakan untuk memenuhi permintaan konsumen serta adanya peluang pasar.
Kelayakan pengembangan budidaya sawi antara lain ditunjukkan oleh adanya
keunggulan komparatif kondisi wilayah tropis Indonesia yang sangat cocok untuk
komoditas tersebut, disamping itu, umur panen sawi relatif pendek yakni 40-50
hari setelah tanam dan hasilnya memberikan keuntungan yang memadai (Rahman dkk,
2012). Selain itu, aspek teknis, ekonomi dan sosial juga sangat mendukung
pengusahaan sayur di negeri kita. Ditinjau aspek teknis, budidaya sawi tidak terlalu
sulit. Sawi hijau, sering kita temui dalam menu makan sehari-hariBiasanya sawi
diolah menjadi tumisan sayur atau pelengkap makan bakso. Sayuran sehat ini
tentu punya banyakmanfaat. Sawi hijau mengandung banyak antioksidan dan
memiliki banyak vitamin. Menurut pakar, sawi seperti juga sayur hijau lainnya
berfungsi sebagai pencegah kanker. Bagi perempuan sawi punya banyak manfaat di
masa menopouse, karena bisa melindungi kaum hawa dari penyakit jantung dan
kanker payudara. Kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium
juga dapat mendukung kesehatan tulang. Bagi Anda yang tak suka makan sayur, tak
perlu khawatir kehilangan semua manfaat sehat ini. Karena ternyata, sawi tak
hanya bisa dimakan sebagai sayur, namun juga diramu menjadi minuman sehat yang
menyegarkan.
PEMBAHASAN
Sawi
merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya
mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas
atas. Kelebihan lainnya sawi mampu tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran
tinggi. Sawi mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis krop, kubis bunga,
dan brokoli. Sawi diduga berasal dari Tiongkok (Cina), tanaman ini telah
dibudidayakan sejak 2500 tahun lalu, kemudian menyebar luas ke Filipina dan
Taiwan (Rukmana, 2002).
Sawi
hijau (Brassica rapa var. parachinensis L) merupakan salah satu komoditas
sayuran yang penting di Indonesia. Walaupun sawi bukan merupakan tanaman asli
Indonesia namun pengembangan komoditas tanaman berpola agribisnis dan
agroindustri ini dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam
sektor pertanian di Indonesia. Namun hingga saat ini produksi sawi belum mampu
memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini diakibatkan karena rata-rata produksi sawi
Nasional sangat rendah. Potensi hasil sawi dapat mencapai 40 ton/ha, sedangkan
rata-rata hasil sawi di Indonesia 9 ton/ha. Maka dari itu perlu dilakukan
inovasi sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan pangan sayuran di Indonesia,
salah satunya adalah dengan cara pengeringan mekanis Tipe Rak. Sawi hijau
(Brassica rapa var. parachinensis L) merupakan salah satu jenis sayuran yang
banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dari tahun ke tahun permintaan sawi hijau
semakin meningkat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan komoditas
sayuran, terutama sawi hijau, maka diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas produk dan pendapatan petani sayuran. Sayur dibutuhkan
manusia untuk beberapa macam manfaat. Kandungan aneka vitamin, karbohidrat, dan
mineral pada sayur tidak dapat disubtitusi dengan 6 makanan pokok
(Nazaruddin,1993). Kandungan kalsium disetiap 100gr sawi hijau adalah 115mg dan
kandungan besi disetiap 100gr sawi hijau adalah 1,64mg. Sayuran merupakan bahan
makanan yang mudah rusak. Hal ini disebabkan oleh kandungan air yang tinggi
yaitu berkisar antara 85-95%, sehingga sangat baik untuk tumbuh mikroorganisme
dan percepatan reaksi metabolisme.
Secara
umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan
tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan
yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini
masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis
sawi keriting dan sawi sawi monumen. Caisim alias sawi bakso ada juga yang
menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di
pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih
kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang
renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau
dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
Biasanya
sawi diolah menjadi tumisan sayur atau pelengkap makan bakso. Sayuran sehat ini
tentu punya banyakmanfaat. Sawi hijau mengandung banyak antioksidan dan
memiliki banyak vitamin. Menurut pakar, sawi seperti juga sayur hijau lainnya
berfungsi sebagai pencegah kanker. Bagi perempuan sawi punya banyak manfaat di
masa menopouse, karena bisa melindungi kaum hawa dari penyakit jantung dan
kanker payudara. Kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium
juga dapat mendukung kesehatan tulang. Bagi Anda yang tak suka makan sayur, tak
perlu khawatir kehilangan semua manfaat sehat ini. Karena ternyata, sawi tak
hanya bisa dimakan sebagai sayur, namun juga diramu menjadi minuman sehat yang
menyegarkan. Sayuran sawi banyak disukai karena rasanya yang enak dan banyak
mengandung: protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A,Vitamin B, dan
Vitamin C. Selain itu tanaman tersebut juga dapat menghilangkan rasa gatal di
tenggorokan pada penderita batuk, sebagai obat sakit kepala dan dapat berfungsi
sebagai pembersih darah (Haryanto, 2001).
Selain
dimanfaatkan untuk bahan pangan atau diolah, sawi juga mempunyai manfaat yang
berguna untuk kesehatan tubuh kita, yaitu:
a) Sangat
baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk.
b) Penyembuh
penyakit kepala.
c) Bahan
pembersih darah.
d) Memperbaiki
fungsi ginjal, serta
e) Memperbaiki
dan memperlancar pencernaan.
Sedangkan
kandungan yang terdapat pada sawi adalah:
a) Protein
b) lemak,
c) Karbohidrat
d) Vitamin
A,
e) Vitamin
B,
f) Vitamin
C.
g) Ca,
P,dan Fe,
PENUTUP
Sawi
adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang
dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan, baik segar maupun
diolah. Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus,
tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang
biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi
huma.
Sawi dapat
tumbuh dengan baik pada ketinggian 100 meter samapi 500 meter dpl. Sawi dapat
ditanam disepanjang tahun. Kandungan sawi: Protein, lemak,,
Karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Manfaat sawi:
menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh
penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta
memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
DAFTAR PUSTAKA
Haryanto, 2001. Pakcoy dan selada.
Penebar sawadaya. Jakarta.
Mechlouch, R.F., W.
Elfalleh., M. Ziadi., H. Hannachi., M. Chwikhi., A.B. Aoun., I. Elakesh, dan F.
Cheour. 2012. Effect of drying methods on
the physico-chemical properties of tomato variety rio grande. Int. J. F.
Eng.8:Iss.2,Art.4. DOI: 10.1515/1556-3758.2678
Nazaruddin, 1993. Komoditi Ekspor
Pertanian. Jakarta. Penebar Swadaya. 126 hlm.
Rahman, E., Maria, L. dan
Yomi T. 2012. Perbanyakan Tanaman Secara
Vegetatif. Makalah Dasar-Dasar Agronomi. Program Studi Agribisnis.
Universitas Jambi. Jambi.
Rukmana, 2002. Bertanam Petsai dan Sawi. Kanisius,
Yogyakarta.
Sachin, V., Jangam, C.L.
Low, dan A.S. Mujumdar. 2010. Drying of
food, vegetables, and fuits. Volume 1. ISBN:978-981-08-6759-1.
Sangat bermanfaat kaka
BalasHapusTerimakasih kak untuk informasinya
BalasHapusTERIMA KASIH KAKA INFONYA :))))))
BalasHapusSangat bermanfaat sekali,, terimakasih
BalasHapus